Senin, 05 Desember 2016

PENCARIAN JATI DIRI ( ZONA LINGLUNG)


SIAPA SAYA? APAKAH YANG SAYA MAU? APAKAH YANG SUDAH SAYA BERI?
AKAN MENJADI APAKAH SAYA?




Benarkah jati diri itu perlu dicari? bahkan ada yang bilang jati diri itu hilang? orang menyebutnya dengan kehilangan jati diri? loh? emang iya? yuk kita bahas.

Pencarian jati diri, sewajarnya ini dirasakan saat kita memasuki usia remaja 20th. Apa pengertian jati diri itu sendiri sebenarnya?. Mengutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) arti kata jati diri adalah ciri-ciri, gambaran, atau keadaan khusus seseorang atau suatu benda, bisa pula berarti identitas, inti, jiwa, semangat, dan daya gerak dari dalam atau spiritualitas.

Berlandaskan pada pengertian KBBI diatas apakah benar jati diri perlu dicari? Bahkan sebagian orang pernah berpikir apakah jati diri sendiri itu pernah hilang? Saya bisa bilang. jati diri bukan hilang, tetapi "perlu di yakinkan" seperti abang gojeg yang mencari alamat penumpangnya, pasti perlu bertanya kepada orang lain juga agar tujuan yang dia cari lebih cepat dan tepat. Janganlah merasa pesimis tentang kelabilan yang dikira masih dalam pencarian jati diri. Diri ada bukan untuk dicari. Sebetulnya ia telah tertanam dalam diri, tinggal membongkarnya saja. Andaikata memang kesulitan, seseorang tersebut belum menyadari, ditambah dengan kesibukan melihat sekitar atau orang lain malah terlupalah sejatinya diri. Menganggap orang lain lebih hebat dan lebih cocok menjadi panutan lambat laun dengan  ketertarikan tersebut akan menimbun ke’aku’ annya. Terkuburlah sosok dia yang sebenarnya dan terganti oleh sosok baru atau cermin lain. 

SIAPA SAYA?APAKAH YANG SAYA MAU?APAKAH YANG SUDAH SAYA BERI?AKAN MENJADI APAKAH SAYA?

Sesuai judul diatas, sekaligus pertayaan kehidupan yang perlu dijawab dengan pemikiran yang mendalam. Tidak sedikit orang yang kebingungan untuk memikirkan jawaban pertanyaan tersebut, sebagian mereka berpikir yang penting jalani saja hidup ini, istilah sungai mengalir pastilah ada ujungnya.


Apakah Kita Boleh Mengabaikan Penemuan Jati Diri?
Apakah kita perlu ‘meributkan’ tentang jati diri ini? Ya, tentu saja kita perlu memahami siapa diri kita ini. Jika tidak, untuk apa kita hidup di dunia? Hidup kita nantinya akan tanpa arah, tidak bermakna, tanpa memiliki arti. Sebab, bagaimana kita bisa mempunyai hidup yang bermakna sementara kita sendiri tidak mengetahui siapa diri kita dan mau kemana kita nantinya.
Jadi jelas jawabannya bahwa kita tidak boleh mengabaikan penemuan jati diri ini, kecuali Anda ingin menjalani hidup hampa yang berlalu tanpa makna sama sekali.
Apakah Kita Boleh Meniru orang lain?

Terbentuknya jati diri yang kuat pastilah terlebih dahulu ditempa oleh berbagai pilihan serta problematika dalam perjalanan hidupnya. Pilihan untuk mengikuti aliran atau tetap mempertahankan kenyamanannya. Bila dia mengikuti aliran bisa jadi dia akan terbawa arus dan lupa pada tujuan serta dirinya sendiri. Kemudian muncullah golongan orang-orang alay, lebay, epigon, dan lain sebagainya. Atau dia akan tetap mempertahankan ke’aku’annya. Walaupun ini baik, bila perlakuannya berlebihan maka akan negatif juga karena bisa memunculkan orang-orang yang bersifat egois atau diktator. Idealnya, kita tetap pada kedirian dan prinsip, namun jangan melupakan keterbukaan. Jangan melupakan bahwa kita adalah makhluk sosial yang berteman dengan segala macam perbedaan.

Sebaiknya, jangan sampai kita menyiksa diri sendiri untuk mengikuti orang lain. Apa salahnya menjadi berbeda, toh itu nantinya tidak akan mengurangi kualitas diri. Banyak orang beranggapan bahwa penampilan fisik adalah segala-galanya dan merupakan bagian dari jati diri. Saya pikir tidak, justru, apa yang terbungkus dalam fisik itulah diri kita sebenarnya.

Jadi, jangan lama-lama kita mau dikecoh persepsi bahwa jati diri bisa nampak jelas oleh mata melalui bungkus luar. Jangan terlalu lama pula kita bersolek hanya membenahi cover saja, sampai melupakan ketahanan spiritual yang memprihatinkan. Diri ada di dalam, kekuatan ada di jiwa, selamat berproses untuk mempertahankan dan menguatkannya…!

Jati Diri Manusia Sesungguhnya
Siapa Aku? Manusia adalah makhluk Allah yang terbuat dari tanah dan kemudian diberikan ruh oleh Allah. Kemudian manusia juga dilengkapi dengan sebuah potensi hati, akal dan juga jasad. Hati dan akal merupakan 2 potensi yang menyebabkan manusia mempunyai kedudukan yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan makhluk Allah lainnya.
Yang menjadikan segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan juga Yang memulai penciptaan manusia dari saripati tanah. Kemudian Dia menjadikan keturunan manusia dari saripati air yang hina. Kemudian Dia menyempurnakan dan juga meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan untuk kamu pendengaran, penglihatan dan jugahati; (tetapi) sedikit sekali dari kalianbersyukur. (QS As Sajdah:7-9)
Dan (ingatlah), saat Tuhanmu berfirman pada para malaikat: “Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat yang kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang dibentuk. Demikian dalam QS. Al Hijr ayat 28.
Untuk Apa Aku Ada?
Ada 2 tujuan dalam penciptaan manusia yang saling berkaitan yaitu dijadikan khalifah dimuka bumi ini dan untuk beribadah kepada Allah swt. Tidak ada tujuan lain selain kedua hal tadi. Semua aktivitas dan segala tindakan yang kita lakukan semuanya harus bertujuan dalam rangka kedua peran kita ini. Sebagai khalifah dan juga sebagai hamba Allah.
Untuk itu, Allah telah memberi kita semua dengan berbagai potensi yaitu hati, akal, dan juga jasa yang cukup untuk memikul kedua tugas ini. Selama kita dapat memanfaatkan semua potensi yang kita punyai, kedua tugas ini pasti akan terlaksana dengan baik.
Dalam Al-Quran surat Ad-dzariyat ayat 56 Allah berfirman : Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan juga manusia kecuali supaya mereka beribadah kepada-Ku.
Allah juga berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 30: Ingatlah saat Tuhanmu berfirman pada para Malaikat: Sesungguhnya Aku akan menjadikan seorang khalifah di muka bumi. Mereka bertanya: Mengapa Engkau akan menjadikan (khalifah) di bumi  orang yang akan berbuat kerusakan padanya dan akan menumpahkan darah, padahal kami selalu bertasbih dengan memuji Engkau dan juga mensucikan Engkau? Allah berfirman: Sesungguhnya Aku lebih mengetahui apa yang kalian tidak ketahui.
Akan Kemana Aku?
Kita bukan hanya berproses dari bayi menuju anak-anak. Bukan hanya anak-anak menuju remaja. Bukan hanya remaja menuju dewasa. Bukan pula hanya dewasa menuju tua. Seungguhnya, tujuan yang pasti bagi setiap manusia itu adalah desa akhirat. Dan hanya ada dua pilihan saat kita pulang ke kampung akhirat, yaitu surga (Al Jannah) atau neraka (An-Naar).
Kita akan memilih yang mana? Tentu saja, setiap orang yang beriman pasti berharap mendapatkan balasan surga dari Allah. Syaratnya ialah hidup kita harus sesuai dengan tujuan akan keberadaan kita, yaitu sebagai khalifah dan juga beribadah pada Allah. Sebagaimana firman Allah dalam QS As Sajdah:19-20:
Adapun orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, maka bagi mereka surga sebagai tempat tinggalnya, sebagai pahala bagi apa yang telah mereka kerjakan. Dan adapun bagi orang-orang yang fasik (kafir) maka tempat mereka ialah neraka jahannam. Setiap kali mereka ingin keluar dari neraka, mereka dikembalikan lagi ke dalamnya dan dikatakan pada mereka Rasakanlah siksa api neraka yang dulu kamu mendustakannya.

Demikianlah infomasi seputar jati diri "zona linglung" semog kita sekalian dapat lebih mudah memahami dan meyakinkan siapa kita sebenarnya.

Rabu, 03 Agustus 2016

Seputar Pemilihan Fakultas bagi lulusan SMA/K

Jika kuliah, mengambil Jurusan Apa?




Nah, ini mungkin yang banyak menimbulkan kebimbangan buat calon mahasiswa, karena ada ratusan program studi atau jurusan yang ditawarkan di perguruan tinggi, sementara di sekolah hanya ada jurusan IPA, IPS, dan Bahasa. Bahkan, ketika calon mahasiswa sudah menentukan pilihanya pun sebenarnya dia belum tahu apa yang sebenarnya akan dipelajari. Seperti misalnya, seseorang yang tertarik desain grafis, dipikir akan cocok jika masuk jurusan Teknik Informatika, eh tahunya yang dipelajari di jurusan tersebut lebih banyak matematikanya.
Untuk menentukan memilih jurusan apa sebenarnya tergantung tujuan sampean apa untuk kuliah. Kalau tujuan kuliah hanya sekedar mendapatkan pekerjaan dengan gaji tinggi, sampean harus memilih jurusan yang menawarkan prospek karir dengan gaji yang besar. Sektor industri minyak dan gas misalnya, sektor ini memang menawarkan gaji di atas rata-rata. Jika ingin bekerja disektor ini, mungkin jurusan Teknik Perminyakan, Teknik Kimia, Teknik Geologi, Teknik Geofisika, Teknik Sipil, Teknik Elekto, dsb.
Saran saya, silahkan lakukan riset terlebih dahulu jurusan-jurusan yang akan sampean pilih. Daftar perguruan tinggi dan jurusan di Perguruan Tinggi Negeri, bisa dilihat di snmptn.ac.id, kemudian silahkan googling ke masing-masing jurusan tersebut. Pastikan sampean tahu pasti mata kuliah apa saja yang akan dipelajari di jurusan tersebut. Jangan terjebak dengan nama jurusanya. Cari tahu juga, prospek kerja dari jurusan tersebut, profil alumni, dan sebagainya.
Sebisa mungkin, pilih jurusan sesuai dengan passion sampean. Passion itu sesuatu yang benar-benar sampean inginkan, sesuatu yang anda selalu merasa bahagia mendedikasikan semua waktu, tenaga, dan pikiran untuk mewujudkanya. Setiap orang tentunya ditakdirkan memilik passion yang berbeda-beda. Jangan pilih jurusan karena sekedar ikut-ikutan teman. Kuliah dijurusan sesuai dengan passion akan selalu membuat sampean happy selama di bangku kuliah, sebaliknya jurusan yang tidak passion hanya akan membuat sampean menderita di kampus, tidak semangat kuliah, ujung-ujung nya Drop Out (DO). Banyak cerita anak sangat pintar waktu SMA yang memilih jurusan kuliah hanya karena jurusan tersebut paling sulit untuk ditembus (passing grade nya) tinggi, tetapi kuliahnya amburadul bahkan DO, karena ternyata jurusan tersebut tidak sesuai dengan passion nya. Jadi, kenali passion sampean dan kenali jurusan dengan detail, pastikan benar-benar sesuai dengan passion kamu. Percayalah, segala sesuatu yang dilakukan atau dipilih karena passion akan membuat sampean tidak mengenal lelah, selalu bersemangat, dan pada akhirnya mendatangkan hasil kesuksesan yang maksimal.
Selain passion yang lebih penting lagi harus dpertimbangkan adalah, sesuaikan dengan bakat, kemampuan, dan kelebihan sampean. Ada sebuahmaqolah:
Waj’al hammaka, fima khulid ta lah, wala taj’al hammaka, fimaa tafata hu.
Raihlah segala sesuatu itu berdasarkan bakat mu, jangan meraih sesuatu itu berdasarkan seleramu. (KH. Tamim Romly, Darul Ulum Jombang)
Saya percaya bahwa, setiap orang terlahir dengan bakat dan kemampuan nya masing-masing yang unik. Jangan sampai sampean ngebet pengen jadi Insinyur, karenanya ingin kuliah di jurusan Teknik, tapi sampean tidak bisa matematika dan fisika. Karenanya, penting sekali untuk memahami bakat dan kemampuan diri. Siapa yang paling tahu tentang sampean , ya sampean sendiri to.
Benar apa yang disabdakan kanjeng nabi:
Thubaa liman ‘arapa bi’uyubinafsihi
Beruntunglah orang-orang yang mengerti kelebihan dan kekuranganya.
Fokuslah ke kelebihan sampean dan kurangi kekurangan sampean. Kalausampean merasa lebih berbakat di bidang sastra, ya jangan dipaksakan masuk jurusan Teknik Informatika.